|
AL QUR-AN DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN MANUSIA * (Sebuah Keniscayaan Manusia dalam Hidup) Oleh : Zainal Muttaqin AL Qur-an dan Kemu’jizatannya Al qur-an merupakan mu’jizat terbesar dari sekian banyak mu’jizat yang dimiliki Nabi Muhammad untuk membuktikan kerasulannya. Selain Al qur-an, mu’jizat para Nabi itu terikat oleh tempat dan masa --terikat oleh masa Nabi waktu itu-- sehingga mu’jizat itu berlaku secara lokal dan temporer, hanya dapat dinikmati oleh para pengikutnya waktu itu saja. Berbeda dengan Al Qur-an, semua umat sesudahnya dapat mempelajari, menyaksikan, menguji dan membuktikan kemu’jizatannya, baik secara tekstual maupun konstektual. Untuk membuktikannya dirinya sebagai produk yang original dan Absolut Al qur-an siap diuji dari segala aspek disiplin ilmu dan kehidupan.
Sebagaimana pendapat para ulama yang memandang Al Qur-an dari berbagai sudut pandang dan beragam. Menurut Imam Al Jahit, Al qur-an memiliki susunan yang sangat indah, dan mengandung nilai puisi yang tinggi. Dari segi Informasi, Imam Abu Bakar AL Baqilam menilai bahwa Al Qur-an memiliki bobot akurasi (ketepatan) dan validitas (ada bukti, data dan rasional) yang tinggi mengenai berita-berita umat yang dulu, berita-berita Ghaib (yang akan datang) sedang Muhammad adalah seorang buta huruf. Abdul Qohir memandang dari segi kalimahnya yang mengandung arti sangat dalam, serta mudah dibaca dalam lidah dan enak didengar. Al qur-an menurut Al Hithabi juga memiliki Isi yang sangat luas dan dalam, disamping lafadh dan maknanya yang indah. Konsepsi tentang kemu’jizatan Al Qur-an, sebagaimana diungkapkan oleh para ulama tersebut diatas, tidak akan berhenti pada kurun tertentu, bahkan akan berlanjut sampai hari qiyamat. Semakin dalam Al qur-an digali, semakin terang kebenarannya, semakin dalam orang menyelami, semakin indah dan banyak mutiara hikmah terkandung. Al qur-an adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah ke dunia untuk mengatur masalah-masalah dunia dan akhirat, Karena kelengkapannya, maka setelah Al Qur-an tidak diperlukan lagi ralat untuk membenarkannya atau tambahan untuk melengkapinya sampai hari akhir nanti. Oleh karena itu Al qur-an mempunyai banyak kelebihan dibanding kitab terdahulunya, Taurat yang dibawa oleh nabi Musa, Zabur yang diwahyukan Nabi Dawud atau Injil yang diberikan kepada Nabi Isa, diantaranya; a. Isinya sangat komplit untuk mengatur semua urusan, ibadah, muamalat, jinayat, kenegaraan Ahlak dan lain-lain. b. Mampu mengikuti perkembangan peradaban umat manusia. Bagaimanapun majunya, Al Qur-an masih tetap relevan dan aktual (kesesuaian dengan masalah terkini). Diasmping itu Ia juga memiliki daya fleksibelitas (kelenturan) sekaligus ketegasan. c. Terjamin originalitasnya (keasliannya), karena kebenaran yang dikandungnya tidak akan termanipulasi oleh suatu generasi. Informasi yang dikabarkannya digaransi langsung oleh Penciptanya tidak akan terjadi distorsi (pengurangan/penambahan) yang disebabkan oleh panjangnya waktu. d. Mudah di hafal. e. Pahala yang diberikan Allah kepada manusia yang membacanya dihitung tiap-tiap satu huruf, yaitu 10 pahala. AL Qur-an Dan Sosial: Sebuah Manifestasi Kepentingan Manusia Sang pencipta Al Qur-an adalah Dzat yang sama dengan Sang pencipta manusia, dan Al qur-an sendiri di disain (diformat) untuk manusia. Jadi manusia dapat tertarik dengan Al qur-an apabila dia mau mempelajarinya dengan dilandasi kejujuran untuk mencari kebenaran. Sebab semua undang-undang produk manusia pasti banyak kelemaha-kelemahan setelah diterapkan dalam kehidupannya sendiri, sebab manusia tidak bisa memahami dirinya sendiri. Berbeda dengan aturan atau undang-undang yang diciptakan olleh Allah sekaligus merangkap Sang Pencipta manusia, dengan pasti mengetahui betul akan watak dan tabiat manusia sebagai mandataris dan pelaksana undang-undang tersebut. Artinya kita tidak patut meragukan bahwa Al qur-an telah lengkap mengatur semua aturan yang dibutuhkan manusia, baik yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, binatang dan lingkungan hidupnya, dengan referensi (dasar acuan) Allah menciptakannya untuk kepentingan manusia, bukan kepentingan Allah Sang Pencipta. Al Qur-An Dan Dinamika Sosial : Sebuah Ketertarikan Yang Teruji Al qur-an telah siap mengikuti perkembangan dan dinamika masyarakat, sebab sejatinya manusia sejak nabi adam, nabi Nuh, Hud sampai hari qiyamat nanti dalam segi watak serta kecenderungan tidak jauh berbeda, sebagaimana yang telah tertulis dalam Al Qur-an, kalau dulu ada Qobil, seseorang yang tega membunuh saudaranya sendiri karena kedengkian; Habil, sosok orang baik yang mendapat kedloliman, bahkan dari saudaranya sendiri; Fir’aun, Gambarang penguasa antagonis (yang dibenci semua orang) kejam, biadab dan otoriter; Qorun, sebuah simbol orang kaya yang semena-mena dengan hartanya, mengatur hidup orang lain dengan hartanya dan yang memenuhi ambisinya dengan hartanya; Abu Lahab, sebagai aktivis ke-hasudan, iri dan kedengkian; atau Abu Jahal, yang memerankan sebagai tokoh orang yang selalu membenci kepada orang-orang yang melaksanakan syari’at Islam. Hal semacam itu akan selalu ada pada zaman kapanpun. Setelah khususnya dunia Barat gagal membentuk masyarakat yang manusiawi seperti yang mereka bayangkan dengan menguji-coba falsafah yang dihasilkan oleh para ahli fikir mereka yang samasekali sekuler dan non Islami, mereka mulai melirik Al qur-an untuk dijadikan falsafah Alternatif. Dasar hidup yang sosialis telah gagal membetuk manusia beradab di Jerman, Idiologi Komunis juga gagal membina Rusia negara Adidaya kedua, disusul dengan kehancuran partai Komunis diberbagai negara. Konsep Liberalis (bebas) yang diterapkan di Amerika juga tidak mampu melindungi hak-hak hidup secara optimal, sebaliknya hak-hak susila dan manusiawi bagai telur diujung tanduk. Pembunuhan dan pelecehan seksual yang terjadi di seluruh penjuru Amerika bukan lagi dalam hitungan hari tetapi detik. Sebenarnya Dunia saat ini mereka perlu orang-orang Islam yang dapat menunjukkan perilaku baik yang mencerminkan nilai-nilai dalam kitab sucinya Al qur-an dan mampu memproyeksikan dalam kehidupan bernegara secara islami dengan kaffah, sehingga pada saatnya nanti menjadi negara percontohan baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. -----<< Zet.Em. >>-----
|