Kajian Tentang Proses Penetapan Hukum Air Limbah Yang Telah Diproses Menjadi Air Standar
Air limbah tidak selamanya tidak dapat dimanfaatkan, apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi saat ini yang merambah hampir diseluruh aspek kehidupan manusia. Dengan sedikit sentuhan ilmu pengetahuan dan tehnologi mutahir, bukan mustahil bahwa air limbah dapat diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, bahkan untuk urusan bersuci. Lalu bagaimana tinjauan hukumnya bila air hasil olahan tersebut untuk kebutuhan "thoharoh"? Ikuti pandangan Bapak KH. Moch. Anwar Mu'rob, Pengasuh Pondok Pesantren Karangasem Paciran.
Kehidupan dan air adalah dua kata berbeda namun bisa jadi punya makna sama dalam kiasan. Sesuatu yang hidup tidak lepas dari air, sedangkan air adalah perlambang kehidupan. Sehingga wajar para ilmuan berani menyimpulkan jika di suatu tempat ada air, maka disana ada kehidupan.
Seiring dengan pertumbuhan manusia secara kwantitatif yang semakin banyak karena pertumbuhan penduduk maupun secara kwalitatif manusia semakin pintar dan maju, maka kebutuhan suplai airpun semakin meningkat, baik untuk konsumsi maupun untuk industri dan Pabrik. Sedangkan persediaan air di perut bumi semakin menipis yang diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya; penebangan hutan, pembukaan lahan resapan menjadi pemukiman atau untuk berdirinya sebuah pabrik. Sebaliknya air bersih yang dimanfaatkan oleh pabrik-pabrik secara bersamaan akan menghasilkan limbah yang sangat kotor dan berbahaya, yang akan ikut berperan mencemari sumber air bersih yang ada. Padahal semua mahluk yang ada di dunia tidak akan bisa hidup tanpa air seperti firman Allah :
وجعلنا من الماء كلَ شيئ حي. القرآن
“Aku ciptakan semua yang hidup tergantung kepada air”
Semakin menipisnya persediaan air diperut bumi telah diakui oleh para ahli dan telah terbukti. Untuk menyikapi hal tersebut perlu adanya solusi dan trobosan lain disamping penghematan, efesiensi maupun penghijauan, yaitu dengan pemamfaatan air limbah seperti yang telah di lakukan oleh beberapa negara maju, misalnya di salah satu Masjid Singapura, meskipun saat ini baru sebatas untuk menyirami taman atau mencuci mobil. Akan tetapi bukan tidak mungkin bahwa suatu saat nanti pemanfaatan air limbah ini akan menjadi keniscayaan, bahkan untuk kepentingan primer kehidupan manusia, seperti untuk minum, memasak, mencuci, mandi bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan ibadah, tentu saja setelah melalui proses penerapan tehnologi sehingga menjadi air standar.