|
Written by Administrator
|
|
Page 1 of 2 KEMERDEKAAN DAN KEBEBASAN oleh : ZQ Sejak tanggal 17 Agustus 1945 melalui suaranya yang lantang proklamator kita Bung Karno, mengumandangkan kepada seluruh dunia bahwa Indoneisa telah merdeka. Dan kini kemerdekaan (freedom) itu dibayar mahal oleh pejuang dan Pahlawan kita. Pada saat itu bukan saja Indonesia memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka, terbebas dari penjajahan, tetapi bangsa kita juga punya komitmen untuk menentang segala bentuk penjajahan, agar dihapuskan di muka bumi. Tapi benarkah bangsa kita telah merdeka, sesuai dengan hakekat kemerdekaan? Sudahkah kita melaksanakan komitmen penentangan terhadap segala bentuk penjajahan?
Menskipun telah sekian lama menyatakan merdeka, kanyataannya Indonesia merdeka baru sekedar legalitas. Kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat lagi sepenuhnya mengendalikan sendi-sendi kehidupan bangsa sendiri. Ada kekuatan besar yang menggerakkan ke suatu arah yang bukan untuk kepentingan sebagian besar rakyat ini. Bangsa kita saat ini semua serba tergantung (dependence ) being supported by other, tidak lagi punya kemampuan sepenuhnya mengatur nasib bangsa sendiri (independence). Negara kita telah menjadi negara satelit bagi negara-negara besar yang metropolis, mereka tentu tidak akan rela kita menjadi negara yang kuat. Negara metropolis itu menginginkan kita tetap miskin, agar mereka bisa mengatur negara kita lewat bantuan-bantuan keuangan yang mereka kucurkan. Ekonomi adalah senjata penjajahan yang masih ampuh saat ini, terutama diterapkan pada negara-negara berkembang yang rakyatnya hidup dalam ketergantungan suatu produksi. Negara-negara produksen tidak akan rela Negara-negara berkembang menjadi negara maju yang akan menjadi saingan bagi produk-produk mereka, sehingga upaya apapun akan dilakukan agar negara-negara satelit tetap menjadi konsumen. Jika ekonomi telah dikuasai, sektor-sektor lain akan mudah dikendalikan, terutama adalah sektor pendidikan yang akan menjadi target utama.
|