REMAJA : Antara Problematika Dan Masa Depan*
Mendidik Generasi muda ibarat menggenggam anak burung, jika terlalu kuat, maka anak burung akan mati. Namun bila terlalu longgar ia akan lepas tak terkendali. Kesalahan dalam membina generasi muda akan berdampak cukup lama terhadap tatanan sosial masyarakat. Perlu waktu yang cukup lama pula untuk menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh salah pembinaan. Kita baru menyadari adanya kesalahan dalam pendidikan generasi muda tatkala kita dapati dampak buruknya telah mengakar kuat didalam kehidupan masyarakat kita.
Remaja : Sosok Eksentrik dimata siapapun
Zaman bisa berbeda, kecenderungan boleh berubah dan mode dapat berganti. Namun adalah masalah remaja yang selalu menyertai zaman kemana zaman akan bergeser; remaja yang senantiasa merubah kecenderungan, remaja yang selalu identik dengan mode dan tren, dan makhluk yang bernama remaja pula yang membuat suatu zaman menjadi tidak sepi. Tidak sepi dari harapan, tidak sepi dari cita-cita tidak sepi dari mimpi, tidak sepi dari hayalan. Dan jangan lupa karena “remaja” pula zaman menjadi ramai dengan kenakalan, menjadi marak karena perkelahian, menjadi gempita karena hiburan, menjadi prihatin karena frustasi dan putus asa. Sisi lain, sebab remajalah dunia menjadi eksotis, suasana menjadi romantis, kehidupan menjadi dinamis, kehidupan menjadi ironis, terkadang melihat ulah remaja yang serba nekat dan tidak perhitungan membuat hati orang tua menjadi ngiris. Pernyataan ini adalah faktual, bukan basa basi.
Remaja memiliki dimensi tempat yang cukup luas, ia menempati 2/3 penduduk seluruh dunia, ia menempati sebagian besar dari suatu negara, ia menjadi bagian paling banyak dari anggota masyarakat, ia juga 85 % memenuhi bangku-bangku sekolah seluruh dunia, ia juga memiliki rasio paling banyak dalam susunan anggota keluarga.
Remaja juga aset paling besar yang potensial untuk bisnis apapun, apakah itu bisnis yang makruf atau yang munkar. Maka berpangkal dari potensi dan segala fantasinya inilah semua persoalan remaja dimulai.
Remaja bisa juga merupakan salah satu siklus perkembangan yang siap meng-acces (menyerap) seluruh tatanan nilai yang bersentuhan dengan segala kepentingannya, yang dalam taraf tertentu sistem sorting-nya (sistem memilah dan memilih) belum bisa diandalkan. Akibatnya nilai apapun dapat meresap tanpa kendali.
Masa remaja juga sering kali seiring dengan masa kerawanan, baik secara pisikis maupun psikis, baik secara biologis maupun spiritual. anehnya masa-masa skeptis (keraguan/kebimbangan) selalu dilalui setiap makhluk remaja. Dimasa inilah manusia muda mulai mencari-cari pegangan akan nilai hidup. Batinnya diliputi oleh rasa bimbang. Pada waktu ini perasaan menyaingi pikirannya. Ia mulai membanding-bandingkan dirinya dengan keadaan orang-orang lain. Mulai sadar ada perbedaan dan mengerti akan arti jenis kelamin lain.
Dalam catatan dibawah ini dapat saya gambarkan menurut masa perkembangannya, maka diusia berapa masa-masa remaja itu.
a. Masa Pembiasaan
1. Masa sebelum Lahir
2. Masa Vital, umur 0 - 2 tahun
3. Masa Kanak-Kanak (keindahan), umur 2 - 7 tahun
4. Masa Intelek (sekolah), umur 7 - 13 tahun
b. Masa Pembentukan Pengertian
1. Masa Intelek (sekolah), Umur 7 - 13 tahun
2. Masa remaja (sosial), umur 13 - 21 tahun
3. Masa Dewasa, umur 21 - 25
c. Masa Pembentukan Kerohanian yang tinggi
1. Masa kesempurnaan, umur 25- 40 tahun
2. Masa kematangan spiritual, umur 40 tahun ke atas