Langsung ke konten utama

Kegiatan 8 Windu (64 th) MILAD Pondok Karangasem



Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua yang melekat dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia sejak ratusan tahun yang silam. Ia adalah lembaga pendidikan yang dapat dikategorikan sebagai lembaga yang unik dan punya karakteristik tersendiri yang khas, sehingga saat ini masih menunjukkan kapabilitasnya yang cemerlang melewati berbagai episode zaman dengan pluralitas polemik yang dihadapinya. 

Bahkan dalam perjalanan sejarahnya, Pesantren telah banyak memberikan andil dan kontribusi yang sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat serta dapat menghasilkan komunitas intelektual yang setaraf dengan sekolah negeri yang dikelola oleh Belanda (Gubernemen).
Menarik untuk ditelaah; mengapa Pondok Pesantren, baik sebagai lembaga pendidikan maupun lembaga sosial masih tetap survive hingga saat ini ?  Padahal sebelumnya banyak pihak yang memperkirakan Pondok Pesantren tidak akan bertahan lama ditengah perubahan dan tuntutan masyarakat yang kian plural dan kompetitif, bahkan ada yang memastikan Pondok Pesantren akan tergusur oleh ekspansi sistem pendidikan umum dan modern.
Eksistensi Pondok Pesantren dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sampai sekarang, bahkan semakin meningkatkan peranannya dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur. Dalam perspektif kekinian, Pondok Pesantren tidak hanya berkarya dibidang pendidikan dan sosial keagamaan, namun beberapa diantara Pondok Pesantren tersebut telah berkembang menjadi pelaku ekonomi dan penentu kebijakan politik nasional.
Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   yang didirikan oleh K.H. Abd. Rahman Syamsuri, 64 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1948 merupakan bagian dari kaukus Pondok Pesantren yang didalamnya konsen terhadap perjuangan untuk mencerdaskan dan memberdayakan potensi bangsa, Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   tidak hanya berkarya dibidang pengembangan dan pemberdayaan pendidikan, melainkan juga telah menunjukkan karya nyata dalam bidang sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Pondok Pesantren ini sejak dari permulan bertekad untuk menjadi penyokong utama pembinaan da’i dan muballigh terutama yang dibutuhkan oleh persyarikatan Muhammadiyah. Para alumni Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   telah tersebar dimana-mana, diseluruh wilayah Nusantara dan beberapa negera tetangga. Mereka mengambil peran yang sangat signifikan terhadap pengembangan pendidikan, sosial, ekonomi, politik dan kesehatan dan khususnya perkembangan persyarikatan Muhammadiyah.
Peran, sumbangsih dan kontribusi Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   dalam pembangunan bangsa ini sudah cukup besar, namun kedepan bangsa Indonesia ini akan menghadapi problem dan tantangan baru yang datang sesuai dengan jaman bangsa itu sendiri. Pertanyaan yang kemudian patut diangkat adalah apa harus dilakukan oleh Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   menghadapi masa depan ini – sembari merujuk kepada catatan prestasi dan kegagalan masa lalu. Hal tersebut penting dilakukan untuk merumuskan peran penting apa yang harus diambil oleh Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   untuk memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan umat.
Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   ini tidak lagi menjadi milik keluarga tetapi sudah menjadi milik alumni, civitas akademika Pondok Pesantren  dan tentu milik umat Islam. Dengan prinsip tersebut, maka tanggung jawab pengembangan Pondok Pesantren adalah tanggung jawab kita semua. Berkumpulnya para alumni dan masyarakat yang memperoleh manfaat terhadap eksistensi Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   akan sangat membantu mengidentifikasi kelemahan dan problem pengembangan Pondok Pesantren, sekaligus mampu membantu merumuskan langkah strategis pengembangan Pondok Pesantren baik yang bersifat konseptual maupun praktikal dengan kesanggupan penyedian pedukung lainnya.
Momentum Milad 8 Windu Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   Paciran, Lamongan yang diselenggarakan saat memasuki usia 64 tahun merupakan momentum penting dalam perjalanan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   Paciran, menuju tercapainya cita-cita luhurnya. Kegiatan Milad 8 windu Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   Paciran diselenggarakan dengan mengupayakan maksimalisasi manfaat yang bisa diraih, baik bagi Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   sendiri, atau bagi pondok-pondok pesantren lainnya, juga bagi agama, nusa dan bangsa.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka peringatan 64 Tahun atau 8 Windu Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah   Paciran, Lamongan dibingkai dalam sebuah tema besar yaitu “REVITALISASI PERAN PONDOK PESANTREN KARANGASEM MUHAMMADIYAH   DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT”.



Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Karangasem

Meskipun Pondok Pesantren Karangasem telah dikenal oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar negeri, namun tidak banyak yang tahu mengenai asal usul nama Pondok yang kini telah berusia 60 tahun itu. Bahkan masih banyak yang salah kaprah. Pondok yang didirikan oleh Al marhum KH. Abdurrahman Syamsuri (Yiman) sejak tanggal 18 Oktober 1948 ini memiliki nama "Karangasem". Nama Pondok ini memang unik tidak seperti pondok-pondok kebanyakan, yang menggunakan nama tertentu kemudian di bahasa Arab-kan, Misalnya Pondok Al Mu'min. Al Athfal dan lain-lain.

Lirik Mars Karangasem

Berjuang terus pelajar karangasem,
Teguhkanlah ruh keimananan,
Bina diri agama dan negara,
Insaf dan penuh ketekunan,

Pembukaan Dauroh Tahfizh Angkatan IV 2017