Langsung ke konten utama

Santri Ponpes Karangasem dapat Motivasi dari Penulis Buku Man Jadda Wajada

...man jadda wajada! man jadda wajadaman jadda wajada!
TERIAKKAN Akbar Zainuddin -penulis buku Man Jadda Wajada-itu sontak  diikuti ribuan santri Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan. Minggu (17/1/2016) malam itu di aula KH Abdul Rahman Syamsuri, kompleks pondok pesantren, Akbar Zainuddin dihadirkan untuk memotivasi para santri.
Tak sekadar memotivasi, Akbar juga berbagi kiat menjalani hidup sesuai passion. Luar biasa, malam kian larut, namun para santri tak terlihat mengantuk.
Man jadda wajada bisa diartikan siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil- seolah mantra dalam kehidupan Akbar Zainudin. Seperti diakuinya, kata sakti itulah yang berperan mengubah hidupnya menjadi seperti sekarang ini.
Berbagi pengalaman sebagai mantan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Akbar berhasil membius ribuan santri Ponpes Karangasem, Paciran, Lamongan.
“Mulai hari ini bangun pagi tidak ada yang cemberut,” pinta Akbar, usai meneriakkan man jadda wajada.
“Kalau ingin jadi orang tangguh hindarkan sikap mengeluh. Setiap mengawali sesuatu katakan man jadda wajada, karena bila kalian memulai sesuatu dengan semangat semuanya menjadi begitu semangat untuk dijalani,” tambahnya.
Menjadi santri, kata Akbar, adalah jalan masuk menjadi orang hebat karena santri ditempa disiplin serta padatnya kegiatan dan tak ada orang hebat tanpa disiplin dan kesibukan.
Kerja keras dan disiplin menjadi kata kunci yang ditekankan Akbar dalam memotivasi santri. Ia juga mengingatkan, bila semangat santri mulai mengendur, agar tak lupa jurus man jadda wajada ini.
Akbar mencontohkan, kesuksesannya menjadi penulis tak diperoleh secara instan. Sejak menjadi santri ia rajin menulis. Hampir setiap hari ia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menulis di tengah padatnya kegiatan di asrama.  Akbar kembali mengingatkan agar santri menambahkan dua hal ini, disiplin dan kerja keras, untuk memulai kebiasaan menulis.
Di setiap jeda Akbar memutarkan video yang menggambarkan semangat  dan kesuksesan orang-orang  yang meski memiliki keterbatasan dalam hidup.
Menjelang akhir acara santri yang hadir diajak berani mengutarakan mimpi-mimpinya di depan teman-temannya. Kuncinya adalah mimpi, dan untuk mewujudkan mimpi itu ada disiplin dan kerja keras, serta man jadda wajada!

OLEH : AGUS BUCHORI
Guru Seni dan Budaya SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran Lamongan​​​​​​   
agusbuchori@gmail.com
sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/01/19/agar-mantra-man-jadda-wajada-menggedor-tambahkan-dua-hal-ini/

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Karangasem

Meskipun Pondok Pesantren Karangasem telah dikenal oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar negeri, namun tidak banyak yang tahu mengenai asal usul nama Pondok yang kini telah berusia 60 tahun itu. Bahkan masih banyak yang salah kaprah. Pondok yang didirikan oleh Al marhum KH. Abdurrahman Syamsuri (Yiman) sejak tanggal 18 Oktober 1948 ini memiliki nama "Karangasem". Nama Pondok ini memang unik tidak seperti pondok-pondok kebanyakan, yang menggunakan nama tertentu kemudian di bahasa Arab-kan, Misalnya Pondok Al Mu'min. Al Athfal dan lain-lain.

Lirik Mars Karangasem

Berjuang terus pelajar karangasem,
Teguhkanlah ruh keimananan,
Bina diri agama dan negara,
Insaf dan penuh ketekunan,

Pembukaan Dauroh Tahfizh Angkatan IV 2017