Langsung ke konten utama

Siswa di Lamongan Ini Mendadak menjadi Kurator

Siswa di Lamongan Ini Mendadak menjadi Kurator
PELAJARAN memang harus kontekstual agar materi lebih mudah diserap siswa. Demi lebih menghayati materi pameran dalam pelajaran seni dan budaya, mereka diajak melakukan pameran dengan materi karya siswa sendiri. 
Itulah yang dilakukan siswa kelas X MIA SMAM 6 Ponpes Karangasem Paciran Lamongan, Minggu (10/1/2016), di halaman sekolah.
Bahid Arofat SPd, pengampu pelajaran seni dan budaya kelas X MIA SMAM 6 Ponpes Karangasem berharap, lewat kegiatan tersebut siswa memiliki rasa menghargai terhadap hasil karya orang lain. Selain memberikan pengalaman langsung mengorganisir sebuah pameran.
Dalam aktivitas ini siswa diajak untuk bisa mendisplay karya, dua dimensi maupun tiga dimensi agar bisa dinikmati pengunjung. Simulasi pameran ini juga memberikan pengalaman manajerial yang penting dalam mengadakan acara agar tumbuh jiwa entrepreneuship.
Mereka juga belajar mengelompokkan karya, menata ruang pameran  untuk memudahkan lalu lalang pengunjung, bagaimana pendanaan, hingga berhubungan dengan seniman, juga mereka lakukan.
Bersamaan dengan pameran, di kelas XI IIS berlangsung pengkajian karya seni rupa. Kegiatan pameran siswa kelas X MIA ini menjadi obyek kajian siswa kelas XI IIS. Seluruh siswa kelas XI IIS berubah menjadi kurator seni dadakan. Mereka mengaplikasikan semua konsep dan teknik berkarya untuk mengulas karya seni rupa yang ditampilkan hari itu.
Antusiasme mereka terlihat dalam mengamati karya seni yang dipamerkan siang itu. Semua elemen kajian seni rupa baik visual, ketrampilan, konseptual, dan kreativitas lahirnya karya seni rupa menjadi lebih mudah dikaji karena keterlibatan secara langsung dengan karya tanpa mediu alat peraga, sehingga memudahkan mereka membuat ulasan terhadap karya yang ada.
Oleh : Agus Buchori A.Md
Guru Seni dan Budaya SMAM 6 Ponpes Karangasem Paciran Lamongan
sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/01/11/siswa-di-lamongan-ini-mendadak-menjadi-kurator

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Karangasem

Meskipun Pondok Pesantren Karangasem telah dikenal oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar negeri, namun tidak banyak yang tahu mengenai asal usul nama Pondok yang kini telah berusia 60 tahun itu. Bahkan masih banyak yang salah kaprah. Pondok yang didirikan oleh Al marhum KH. Abdurrahman Syamsuri (Yiman) sejak tanggal 18 Oktober 1948 ini memiliki nama "Karangasem". Nama Pondok ini memang unik tidak seperti pondok-pondok kebanyakan, yang menggunakan nama tertentu kemudian di bahasa Arab-kan, Misalnya Pondok Al Mu'min. Al Athfal dan lain-lain.

Lirik Mars Karangasem

Berjuang terus pelajar karangasem,
Teguhkanlah ruh keimananan,
Bina diri agama dan negara,
Insaf dan penuh ketekunan,

Pembukaan Dauroh Tahfizh Angkatan IV 2017