Visi :"Mewujudkan insan yang memiliki keseimbangan Spiritual, Intelektual dan Moral"

Dauroh Tahfizh

Kegiatan Ma'had


Meskipun Pondok Pesantren Karangasem telah dikenal oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar negeri, namun tidak banyak yang tahu mengenai asal usul nama Pondok yang kini telah berusia 60 tahun itu. Bahkan masih banyak yang salah kaprah. Pondok yang didirikan oleh Al marhum KH. Abdurrahman Syamsuri (Yiman) sejak tanggal 18 Oktober 1948 ini memiliki nama "Karangasem". Nama Pondok ini memang unik tidak seperti pondok-pondok kebanyakan, yang menggunakan nama tertentu kemudian di bahasa Arab-kan, Misalnya Pondok Al Mu'min. Al Athfal dan lain-lain.

Jadi nama "Karangasem" bukanlah sebuah nama desa atau nama dusun, melainkan nama sebuah lembaga. Kebanyakan orang mengira bahwa Karangasem adalah nama desa, sehingga ketika suatu saat saya ditanya dari Pondok mana, mereka juga tetap menanyakan nama pondoknya apa, padahal telah saya katakan "saya dari Pondok Karangasem. Disangkanya Karangasem adalah nama desa. Setelah saya beri penjelasan baru mereka mengerti.

Dalam kesempatan lain, sering juga saya mendapati banyak orang/wali murid mengaku pernah tersesat ketika mencari Pondok "Karangasem", disamping namanya unik juga karena memang di Paciran terdapat banyak Pondok. Apalagi Pondok Pesantren Karangasem letaknya paling ujung selatan sendiri setelah melewati beberapa pondok yang lebih kecil lainnya.

Al kisah Pondok ini diberi nama "Karangasem" diambil dari sebuah nama Pohon yang tumbuh di depan pekarangan rumah milik Bapak KH. Abdurrahman Syamsuri, Pohon yang rindang dan menjulang tinggi itu adalah pohon "Asam". Dibawah pohon itulah terdapat sebuah tempat pemondokan yang dhuni oleh santrinya pertama kali. Sehingga masyarakat Desa Paciran dan sekitarnya sering menyebutnya Pondok "Karangasem", yang berarti sebuah Pondok yang "pekarangannya ada pohon asamnya".

Meskipun Pohon asam yang besar tersebut telah ditebang, namun Pondok ini masih tetap dengan nama Pondok Pesantren "Karangasem". Agar simbol sejarah ini tetap ada, maka di beberapa tempat di lingkungan Pondok Pesantren ini telah ditanam pohon asam sekedar sebagai icon, tidak ada makna filosofis lain dari penamaan ini kecuali pohon tersebut menjadi perindangan yang menyejukkan bagi para santri./ZQ/
| Designed by Colorlib