Visi :"Mewujudkan insan yang memiliki keseimbangan Spiritual, Intelektual dan Moral"

Dauroh Tahfizh

Kegiatan Ma'had

Pengukuhan Santri Peserta Dauroh Tahfizhul Qur'an Angkatan 8 Pondok Pesantren Karangasem, berlangsung sukses. Kegiatan yang diwarnai dengan tangis haru oleh beberapa ibu wali santri. Menambah suasana pengukuhan tersebut semakin sakral.

"Kami mengajak kepada para hadirin, Bapak Ibu semuanya, untuk ikut berinvestasi dalam mendidik dan membangun akhlak anak dengan al Qur'an," kata Ustadz Fatih Futhoni, Kabag. Pendidikan Pondok Karangasem di Masjid Ma'fuwan Kandangasemangkon. Kamis, 10 Mei 2018.

Beliau menegaskan, alumni Karangasem didik dengan berakhlak Qur'an. Hal ini sama, dengan apa yang ditanyakan oleh Sahabat kepada Istri Nabi, Aisyah. "Bagaimana Akhlak Nabi?". "Akhaknya adalah al Qur'an," jawab Aisyah. Kita telah dan sedang menerapkannya dalam mendidik santri.

Kegiatan Dauroh tersebut dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai 10 Mei 2018, sebulan penuh. Dididik dan dibimbing langsung oleh Muhafizh dan Muhafizhoh, dengan jadwal setoran yang ketat. Namun hal tersebut, tak menyurutkan mental dan semangat peserta. Bahkan, ketika minggu-minggu terakhir mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan yang terbanyak. Ada yang sampai satu hari memperoleh 12 halaman. 

Dauroh Tahfizh kali ini, diikuti oleh 17 santri putra dan 25 santriwati, sehingga totalnya menjadi 42 peserta. Meski ditargetkan dalam sebulan mendapatkan 15 juz, ternyata banyak santri yang tidak sesuai target, paling rendah 4 juz dan paling banyak 19 juz melebihi target. Rata-rata dari mereka mendapatkan 11 juz.

"Bukan persoalan dapat berapa, ada hal yang terpenting daripada mencapai target hafalan. Yang terpenting adalah kalian telah melakukan yang terbaik dalam proses dauroh tersebut," tambah Ust. Fatih di sela-sela sambutannya.

Ust. Fatih menerangkan bahwa segala sesuai kalau bertalian atau berhubungan dengan al Qur'an maka ia akan menjadi mulia sebagaimana kedudukan al Qur'an itu sendiri. Dia mencontohkan, Mekkah dan Madinah menjadi dua kota suci yang paling mulia di muka bumi ini, karena kedua kota itu adalah tempat diturunkannya al Qur'an. Malaikat jibril adalah malaikat yang paling mulia, karena menjadi malaikat perantara turunnya al Qur'an, Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, karena di bulan itu al Qur'an diturunkan, dan Malam Lailatul Qodar adalah malam yang mulia, karena malam itu adalah malam diturunkannya Al Qur'an.

Beliau juga menambahkan, hal yang tak boleh lalai setelah kegiatan dauroh ini berlangsung adalah muroja'ah, muroja'ah, diulang-ulang, terus menerus sampai benar-benar hafal.

Kegiatan tersebut ditutup dengan do'a, oleh Pengasuh Pondok Karangasem, KH. Moch. Anwar Mu'rob. Setelah beliau memberikan tausyiah, pentingnya pemuda bermental al Qur'an dalam memerangi narkoba.

Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.













| Designed by Colorlib